Pohon Tawa Berdaun Lara
Oleh: Rubaida Rose
Pada mata-mata lapar di antara pijar
Tersembunyi wajah malu kehilangan kekar
Sajak-sajak sepi lupa cara menawar rasa
Melekat di akar pohon tawa mulai fana
Daun lara jatuh, dalam gigil nan masa
Bantal usang dan sarung berbau peluh
Menyulam janji pada Ahad yang masih jauh
Sebungkus wajah sate dan senyum bolu buatan ibu terpaku
Menjelma rindu sujud di atas sajadah kaku
Gulita di langit asrama berteman peci bisu
Kitab kuning merana tercecer waktu
Deretan hadis dan nahwu sharaf berkelahi di kerut dahi
Mencari arti di antara lelah tak kunjung mati
Ranting tawa dan lara kembali tumbuh di lambung dahan
Disiram air mata rindu dan doa-doa tertahan
Kami musafir yang mengejar suar temaram
Menenun sabar, merengkuh pinta tanpa dendam
Teluk Kuantan, 13 Februari 2026
.
