photo_2026-03-03_14-05-55-1
Karya Literasi MA Ponpes Nurul Islam

Pohon Tawa Berdaun Lara

Oleh: Rubaida Rose

 

Pada mata-mata lapar di antara pijar

Tersembunyi wajah malu kehilangan kekar

Sajak-sajak sepi lupa cara menawar rasa

Melekat di akar pohon tawa mulai fana

Daun lara jatuh, dalam gigil nan masa

 

Bantal usang dan sarung berbau peluh

Menyulam janji pada Ahad yang masih jauh

Sebungkus  wajah sate dan senyum bolu buatan ibu terpaku

Menjelma rindu sujud di atas sajadah kaku

 

Gulita di langit asrama berteman peci bisu

Kitab kuning merana tercecer waktu

Deretan hadis dan nahwu sharaf berkelahi di kerut dahi

Mencari arti di antara lelah tak kunjung mati

 

Ranting tawa dan lara kembali tumbuh di lambung dahan

Disiram air mata rindu dan doa-doa tertahan

Kami musafir yang mengejar suar temaram

Menenun sabar, merengkuh pinta tanpa dendam

 

Teluk Kuantan, 13 Februari 2026

.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait